Tuesday, August 9, 2016
Disaster for cats : Feline Distamper / Panleukopenia / Virus Parvo
14 Januari 2016, lahirlah 6 bayi kucing persilangan anggora. Gue tag 1 kucing untuk gue minta dan piara dirumah, dan gue kasih nama bule - because of his beauty color :)
Day by day, bule semakin besar dan lucu, he is so lovable, bulunya halus dan penampilannya eye catching banget. Bule sangaaaat manja, dia selalu meowing every morning kalo laper dan minta susu, dia selalu melingkar di kaki minta di gendong. Tapi suatu hari, ada yg berbeda dari bule, tiba-tiba dia murung gak mau makan seharian, terkadang dia muntah cairan kuning. memang seminggu sebelumnya juga kayak gini, gue coba kasih vitamin khusus kucing dan makanan royal canin recovery untuk memancing nafsu makannya, dan bule kembali sehat dan lincah
Selang seminggu kemudian, 6 Agustus 2016 si bule kembali murung dan mogok makan, gak biasanya bule kayak begini, biasanya tiap pagi dia selalu bawel untuk dibikinin susu atau minta makan. Gue coba kasih lagi vitamin tetes itu, tapi tetep gak ada reaksi untuk mau makan.. sehari pun berlalu dan bule gak kunjung mau makan ataupun minum.
Minggu pagi, 7 Agustus 2016
Bule didapati dengan mulut penuh air liur dan agak berbusa, gue dan nyokap panik dan khawatir bule keracunan, terlebih lagi ada cicak mati dikamar tempat bule tidur. kami langsung bawa bule ke dokter hewan Jangki Pet Shop didaerah Depok. Bule semakin lemas dan murung, hidungnya putih pucat dan bibirnya agak membiru, tetapi suhu tubuh tetap normal 38 derajat. Dokter bilang bule udah kekurangan cairan / dehidrasi karena pas coba di cubit lehernya, kulit dileher gak lentur (lama untuk kembali rata).
Dokter pun kesulitan cari pembuluh darah, karena memang sudah sangat lemah. Tapi akhirnya jarum infus berhasil masuk ke pembuluh darah bule, kami legaaaa, dengan harapan bule bisa kuat. Dokter bilang sore bisa di jemput untuk dibawa pulang, alias bule hanya perlu rawat jalan.. kamipun lega..
Jam 15.00, mama dan papa kembali ke klinik untuk menjemput bule, tetapi betapa terkejutnya bule semakin melemah, dia cuma tiduran aja dan gak ada tenaga untuk duduk apalagi berdiri, ditambah bule jadi muntah air liur dan diare parah. Bulunya kuyup dan layu, buntutnya pun lepek karena diare yang tak henti, akhirnya bule dinyatakan dokter terkena virus parvo atau penyakit panleukopenia. Virus ini belum ditemukan obatnya, dan yang kita lakukan hanya untuk mempertahankan sistem imunnya untuk melawan virus itu.
PANLEUKOPENIA?
Namanya sangat sulit di eja, tapi nama penyakit itu bikin gue penasaran, dan memang gejalanya sama banget kayak yang dialami bule :") Virus itu bisa dibilang berbahaya bagi kitten karena virus itu menyerang sumsum tulang belakang sang penghasil antibody atau sel darah putih dan infeksi di usus. Malah sampe ada yang kejang2 karena virusnya menyerang otak. oh no ! :(
Gue juga tanya sana sini sesama cat lovers, dan ternyata bener itu virus kucing mematikan yang katanya 90% akan mati :(( tp gue percaya bule termasuk kucing kuat dan bisa sembuh. Bule akhirnya di opname di klinik itu, sebenernya gue agak worry karena klinik itu gak 24 jam, in case terjadi hal di malam hari gak akan ada yang tau, tapi kalaupun di rawat dirumah gue takut nyesel juga. akhirnya gue percayakan sama Tuhan untuk jagain bule disana.
Senin, 8 Agustus 2016
sekitar jam 1an gue dapet telpon dari klinik, dokternya kabarin kalo bule masih drop dan belum mau makan, kondisinya masih sama kayak hari minggu. Dan gue pun dilema karena dokternya bakalan cuti dari hari selasa - jumat, soooo dokter gak stand by ngawasin bule di siang hari, ditambah lagi bule harus di suntik untuk penghilang mual dan diare, di klinik cuma ada perawat aja (dan menurut gue sang perawat kurang telaten nungguin hewan sakit). Dengan besar hati, sang dokter mau dateng ke klinik setiap hari untuk kasih suntikan ke bule dan 1 kucing lain yg juga lagi di infus dengan penyakit yg sama.
Senin malam pas pulang kerja, gue dateng ke klinik nengokin bule, dia masih terlihat lemah, sinar matanya redup tapi dia masih bisa berdiri dan meowing menyambut kedatangan gue, terharuuuu, bule miss me yaaa :") mulutnya kotor karena air liur yang terus netes dan sisa makanan yang disuapin perawat (bukti perawatnya kurang telaten), gue bersihin mulutnya dan coba suapin dia pake pipet isi royal canin recovery dicampur air biar lbh encer, dia mau nelen sedikit, but it makes me happy ! Gue terus ajak ngomong dia buat tetep sembuh, " ayo bang, abang harus kuat yaa, ditungguin abang Nata dirumah".. (Nata - kucing lain dirumah). Gue tetep percaya bule akan sembuh walaupun kondisinya semakin drop.
Selasa, 9 Agustus 2016
siang jam 14.30 mama dateng ke klinik untuk tengokin bule. Dia masih lemes tapi udah gak diare dan muntah, mulutnya tetep kotor karena air liur masih netes, nyokap bersihin mulutnya dan tiba2 bule pengen loncat ke pangkuan nyokap, mungkin dia kangen sama nyokap, he still remember with mom who gave his a delicious wetmeat, tapi karena mau loncat, lepaslah itu infusan. Ketika itu dokter belum dateng untuk kasih infusan. Gak lama dokter akhirnya dateng, langsung dokter suntikin obat anti mual dan diare. Pas di coba untuk pasang infus lagi, dokter gak nemu pembuluh darah, alias collapse vessel. Yup, pembuluh darah bule udah sulit ditemukan karena peredaran darah udah terhambat. Mama hopeless tapi harus tetep semangat demi kesembuhan bule.
Dokter menyarankan untuk di infus besok pagi dengan harapan pembuluh darahnya bisa ditemukan setelah istirahat semalam, it means bule harus nunggu semaleman untuk bisa di infus. Terbesit di pikiran mama untuk rujuk bule ke RSH Ragunan, karena disana peralatan medis lebih lengkap dan ada dokter jaga 24 jam. Tapi dokter ragu karena perjalanan depok - ragunan lumayan jauh, dokter khawatir bule gak kuat dan mati dijalan tanpa ada cairan yang masuk ke tubuhnya, on the other side, nyokap juga galau kalo bule stay di klinik, karena ga ada yg jagain dia 24 jam. akhirnya bule diputuskan untuk dibawa pulang dengan harapan our loves will kick his pain. Rencananya besok pagi bule dibawa ke klinik lagi untuk di infus dan kemudian dibawa ke RSH Ragunan for better treatment.
Malam harinya, gue udah siapin dan bersihin kandang bule dari debu-debu, gue kasih alas senyaman mungkin untuk bule tidur, gue siapin juga lampu ayam untuk angetin dia nanti. Berangkatlah gue ke klinik untuk jemput bule. Pas liat bule, gue agak hopeless karena sinar matanya sudah redup dan bulunya semakin layu. Tapi gue yakin our loves stronger than pain. Diperjalanan bule masih bisa duduk di dalem box dan sesekali berdiri untuk ganti posisi. Mama terus ajak ngobrol bule "Bang, nanti dirumah makan ya, mama udah beliin royal canin kesukaan bule". Dan gue pun kasih suggest "Bang, sembuh ya bang", it sound crazy, but it is our loves :)
Sesampainya dirumah, bule tiba2 batuk "uwekkkk" dan muntah cairan kuning. Mama langsung pindahin bule dari box ke kandang, tapi bule udah lemes banget. Nafas nya udah hilang secara perlahan. Gue shocked! Gue pegang perutnya bule yang masih hangat, detak jantungnya udah berhenti, tapi nadi di lehernya masih berdetak lemah, gue kasih botol panas di dadanya, gue berharap jantungnya bisa kembali berdetak, gue sinarin matanya tapi pupilnya udah membesar, noooooooo, bule!!!!! dan lama kelamaan detak nadi di lehernya menipis dan hilang. Yes, bule died on my hands :")
Bule mati dengan tenang dan indah, in front of my eyes who always loves him, didalam kandang tempat dimana dia lahir, tidur dan makan. Bule mati didepan mama papa yang slalu pengen cepet pulang untuk bisa cuddling sama bule, yang selalu khawatir kalo pergi sampe malem dan selalu bilang "bule kasian sendirian dirumah", Bule you are not only my pet, but also a part of our little family. it is so hard to believe but i must :(
Gak kebayang kalo emang bule harus stay di klinik tanpa pengawasan 24jam , if he die, noone else knows, yang ada dia ditemukan udah kaku dan busuk besok paginya. Tapi dengan gini gue gak nyesel bawa bule pulang, semua bukan tanpa kebetulan, mungkin emang bule pengen mati dirumah, didepan orang yang sayang sm dia dan di tempat dia merasa nyaman. God has a perfect plan for bule :")
Gue pun berterima kasih sama dokter yang udah nanganin bule, dokternya baik dan ramah, dia pun tanggung jawab sama bule, walaupun mungkin dia tau bule akan mati, tapi dokter itu tetep berjuang demi kesembuhan bule. Tapi untuk hewan sakit yang di opname, sebaiknya ada perawat yang jaga 24 jam, literally perawat beneran yaa, bukan sekedar cuma perawat yang cuma "stand by" di klinik.
Tapi bukan berarti semua kucing akan mati kena virus ini, semua tergantung imun si kucing itu, ada juga kucing yang berhasil sembuh dari virus jahat ini.
Ini contohnya panleukopenia survival : http://iwok.blogspot.co.id/2015/11/keajaiban-itu-ada-bocil-sembuh-dari.html
Penyakit panleukopenia ini lebih banyak menyerang kitten under 1 year, jadi buat cat lovers, kalo kucingnya udah mulai nunjukin gejala yang tak biasa nya kayak murung, gak mau makan, muntah dan diare, ayooo segera bawa ke dokter! Emang sih perawatan kucing terhitung mahal, tapi kalo kucing kita sehat semua akan terbayar dan yang terpenting jangan lupa vaksin secara berkala, it will help your pets !
Rest in peace Bule, you'll always be my sweety :)
Subscribe to:
Comments (Atom)